Anak laki-laki sering didambakan pada kehamilan pertama. Ada banyak alasan memiliki anakan pertama berjenis kelamin laki-aki. Salah satu alasannya adalah sebagai pelindung bagi adik-adiknya nanti. Namun, hingga saat ini tidak ada cara untuk mendapatkan momongan dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Sekalipun Anda menggunakan tips agar cepat hamil, Anda tidak bisa mencari cara untuk meminta jenis kelamin anak.

Apa Saja Ciri-Cirinya?

Setelah menggunakan tips agar cepat hamil, pasangan suami istri juga sering penasaran dengan jenis kelamin anak yang dikandung. Jenis kelamin anak bisa diprediksi ketika kehamilan berusia lebih dari 4 bulan. Anda bisa menggunakan tes USG untuk mengetahui jenis kelamin anak. Namun, ada ciri-ciri yang menandakan bahwa janin yang Anda kandung berjenis kelamin laki-laki. Anda bisa menggunakan ciri-ciri di bawah ini:

  1. Jerawat saat hamil

Jika ibu hamil sering berjerawat di wajah secara teratur, janin yang dikandungnya kemungkinan berjenis kelamin laki-laki.

  1. Posisi dan bentuk perut

Posisi dan bentuk perut yang bundar dan buncit menunjukkan janin yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, posisi kandungannya juga lebih rendah. Berat badan ibu juga lebih besar.

  1. Ukuran payudara

Bagi ibu hamil yang memiliki ukuran payudara kanan lebih besar, kemungkinan janin yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki.

  1. Tidak suka dandan

Ini adalah hal yang masih berkaitan dengan kepercayaan budaya. Ada pendapat bahwa jika ibu hamil yang tidak suka bersolek menandakan bahwa anak yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika ibu suka berdandan dipercayai anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.

Itu adalah beberapa ciri-ciri yang bisa menandakan bahwa anak yang Anda kandung berjenis kelamin laki-laki. Untuk lebih jelasnya lagi, Anda bisa melakukan USG di rumah sakit terdekat. Selain itu, selama kehamilan maupun ketika Anda sedang mencari tips agar cepat hamil juga harus sering dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Anda jangan hanya menggunakan informasi dan cara di media sosial. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional untuk memperoleh informasi yang akurat.

Related posts: