Dalam kepemilikan suatu bisnis atau usaha, baik dalam bentuk usaha industri, jasa, maupun usaha perdagangan, dibutuhkan yang namanya surat izin usaha. Namun demikian, masih banyak masyarakat, khususnya yang masih baru berkecimpung dalam suatu usaha, yang belum mengetahui atau menyadari seberapa pentingnya surat izin atas suatu usaha tersebut, khususnya usaha perdagangan.

Mengapa Kita Perlu Menerbitkan SIUP?

Pada bidang usaha perdagangan, surat izin atas suatu usaha perdagangan biasa disebut SIUP, yang merupakan singkatan dari Surat Izin Usaha Perdagangan. Memiliki SIUP atas suatu usaha perdagangan yang kita miliki atau kita kelola merupakan hal yang sangat penting.

Dengan memiliki SIUP, usaha perdagangan yang kita dirikan tersebut merupakan badan atau lembaga yang sah berdasarkan hukum. Dengan demikian, ketika suatu saat, misalnya, terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti masalah perdata dan sengketa hukum lainnya, maka usaha perdagangan yang kita miliki ini memiliki kekuatan di hadapan pengadilan.

Jenis-jenis Surat Izin Usaha Perdagangan

Jika kita klasifikan berdasarkan skala perusahaan perdagangan, maka SIUP ini bisa kita bagi menjadi 3 bagian. Adapun diantaranya adalah SIUP kecil, menengah, dan besar.

SIUP kecil merupakan surat izin untuk usaha perdagangan berskala kecil, dengan modal serta kekayaan bersih dari pemilik perusahaan sebesar kurang dari atau sama dengan Rp 200.000.000. Sementara itu, SIUP menengah itu untuk usaha perdagangan bermodal antara Rp 200.000.000 hingga Rp 500.000.000.

Sedangkan untuk SIUP besar adalah untuk perusahaan perdagangan berskala besar, dengan modal perusahaan senilai lebih dari Rp 500.000.000.

Melengkapi Persyaratan Penerbitan SIUP

Untuk mengajukan permohonan penerbitan SIUP, kita perlu melengkapi berbagai persyaratan dan administrasi. Salah satu di antaranya yang penting adalah akta pendirian usaha.

Akta pendirian usaha ini kita buat dengan menggunakan jasa notaris. Kemudian, akta pendirian tersebut haruslah disahkan oleh pejabat berwenang, yaitu Menkumham.

Setelah kita memegang akta pendirian usaha, maka kita bisa melanjutkan proses pengajuan Surat Izin Usaha Perdagangan, dengan menyertakan berkas administrasi lainnya, seperti fotokopi KTP pemilik atau penanggung jawab perusahaan, NPWP, Pas foto pemilik atau penanggung jawab perusahaan, dan sebagainya.

Related posts: